Blog jelek dan masih dalam tahap perbaikan

Kamis, 12 Desember 2013

On 11.03 by Unknown   No comments
Bagi teman-teman tenaga medis/paramedis, pasti sudah tidak asing lagi dengan penggunaan obat lewat syringe pump. Mungkin salah satu kesulitan adalah bagaimana cara menghitung kecepatan syringe pump sesuai dosis obat yang dikehendaki. Mari kita bahas bersama

Pertama, tentukan konsentrasi obat dengan rumus :
Kandungan sediaan obat (mg) : volume sediaan obat (ml) x 1000 = konsentrasi obat (mcg/ml)

Kedua, tentukan kecepatan syringe pump dengan rumus :
Dosis obat (mcg/kg/mnt) x BB x 60 : konsentrasi obat (mcg/ml) = kecepatan syringe pump (ml/jam)

Contoh :
Jika terdapat instruksi untuk memberikan nitroprusside dengan dosis 0,5 mcg/kg/mnt (sediaan obat : 50 mg dalam 250 ml, berat badan pasien 75 kg), berapakah kecepatan syringe pump ?

Jawab :

Pertama, tentukan konsentrasi obat

50 : 250 x 1000 =200 mcg/ml

Kedua, hitung kecepatan syringe pump

(0,5 x 75 x 60) : 200 = 11,25ml/jam

Jadi, kecepatan syringe pump = 11,25 ml/jam.
On 10.51 by Unknown   No comments
Deksametason (dexamethasone) adalah obat golongan hormon kortikosteroid yang diindikasikan sebagai anti radang, rematik dan alergi. Obat ini menyebabkan tertimbunnya cairan di dalam tubuh, terutama di wajah dan pundak. Pipi akan terlihat lebih tembem dan agak bulat (bahasa medisnya, moon face). Timbunan cairan yang cukup banyak ini tentunya berperan menaikkan berat badan anda.
Siproheptadin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi seperti pilek alergi dan gatal-gatal. Obat ini selain berefek sebagai anti alergi, obat ini juga berefek sebagai antiserotonin. Efek ini menyebabkan meningkatnya nafsu makan. Makan yang banyak tanpa diimbangi dengan pembakaran (olahraga) akan meningkatkan penimbunan lemak di bawah kulit termasuk di bawah kulit perut. Seperti halnya cairan, lemak yang tertimbun juga berperan menaikkan berat badan.

Nah sekarang apa yang membuat obat ini berbahaya jika dikonsumsi jangka panjang?
EFEK BURUK PENGGUNAAN JANGKA PANJANG DEKSAMETASON
Sebenarnya tubuh dalam keadaan normal memproduksi kortikosteroid alami dalam jumlah yang cukup. Fungsinya, untuk membantu metabolisme tubuh dan melawan stress. Konsumsi obat kortikosteroid dari luar tubuh dalam waktu yang lama akan direspon oleh tubuh dengan menghentikan produksi kortikosteroid alami. Jika sewaktu-waktu konsumsi obat kortikosteroid dihentikan, tubuh akan segera kekurangan kortikosteroid (tubuh kita perlu waktu untuk memproduksi kortikosteroid alami). Akibatnya, metabolisme tubuh akan kacau balau (rebound phenomenon). Bahkan pada beberapa kasus dapat berakhir dengan kematian. Jalan keluarnya, menghentikan penggunaan obat ini secara berangsur-angsur (tappering off). 
Kortikosteroid juga mengakibatkan osteoporosis, peningkatan tekanan darah (Hipertensi), peningkatan gula darah (Diabetes), penurunan daya tahan tubuh (jadi mudah tertular penyakit). Pada anak yang sedang tumbuh, kortikosteroid dapat mengakibatkan terhentinya pertumbuhan tulang.
EFEK BURUK PENGGUNAAN JANGKA PANJANG SIPROHEPTADIN
Siproheptadin memiliki efek samping yaitu mengantuk, mudah lelah, bahkan paling buruk bisa pingsan. Hal penting untuk diketahui bahwa siproheptadin mempunyai cara kerja yang mirip dengan atropin sehingga hati-hati jika diberikan pada penderita asma bronkial, hipertiroid (gondok), penyakit jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Nah bagaimana cara yang baik untuk menghentikan konsumsi obat ini jika sudah terlanjur menggunakannya dalam jangka panjang?
Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa penggunaan deksametason (kortikosteroid) harus dihentikan secara berangsur-angsur jika dikonsumsi dalam jangka panjang apalagi dengan dosis yang besar. Jadi sarannya : tahap awal turunkan dosis konsumsi deksametason sebanyak setengahnya dan tahap berikutnya turunkan frekuensi waktu minum sebanyak setengahnya misalnya sebelumnya diminum 4 x turunkan jadi 2 x dengan dosis setengahnya. Tahap akhir turunkan frekuensi waktu minum dan perlahan tapi pasti STOP secara total penggunaan deksametason. Saran tambahan dapat juga mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung vitamin dan mineral serta biji-bijan yang mengandung lemak esensial seperti kedelai, kecambah dan kacang tanah.
Hal ini tidak berlaku untuk siproheptadin karena siproheptadin bukan merupakan kortikosteroid jadi siproheptadin dapat dihentikan segera.
Nah bagaimana cara sehat untuk menambah berat badan?
Jika ingin menambah berat badan, maka sebaiknya yang ditambah adalah otot dan bukan lemak. Otot dibentuk dengan olahraga dan protein yang cukup. Yang penting lagi adalah hormon harus dalam jumlah optimal. Seperti Human Growth Hormone, testosterone, dan lain-lain. Untuk itu perlu diperiksa dan berkonsultasi dengan dokter.

Aturlah agar istirahat malam cukup sampai 8 jam, jangan sampai kurang tidur. Jumlah kalori yang masuk melalui makanan harus lebih banyak daripada jumlah energi yang dipakai beraktivitas. Jadi harus lebih banyak makan makanan yang mengandung kalori. Saran saya berupa protein, yaitu daging, ikan , telur, serta karbohidrat sebagai sumber tenaga berupa nasi merah, dan lain-lain.
Vitamin berupa multivitamin atau bermacam-macam vitamin dan mineral, serta yang mengandung zat besi. Multivitamin dapat meningkatkan kesehatan secara umum dan menambah selera makan. Kalau bisa olahraga ditambah dengan mengangkat beban, beli dumbel yang beratnya 5 kg untuk latihan menambah massa otot.
Jadi jika Anda, sanak keluarga, tetangga atau yayank anda yang masih menggunakan deksametason dan siproheptadin dalam jangka panjang sebagai obat gemuk, sampaikan pesan dari artikel ini. Jika ada yang kurang jelas atau tidak percaya dengan apa yang telah saya sampaikan dapat dikonsultasikan lagi dengan apoteker.
On 10.32 by Unknown in    No comments

http://www.apotikantar.com/image/cache/data/Produk%20D/dobuject%20inj%20250%20mg-5%20ml-250x250.jpgDobutamin merupakan agonis beta yang poten dan memiliki efek alfa 1 yang lemah, jadi tidak terlalu menurunkan resistensi perifer sehingga tidak menyebabkan reflek takikardia. Dobutamin dapat meningkatkan cardiac output karena meningkatkan kontraktilitas jantung, menurunkan tekanan a. pulmonalis (dilatasi a. pulmonalis akibat perangsangan adrenoreseptor beta2 di a. pulmonalis), namun tidak terlalu meningkatkan laju jantung (efek inotropik melebihi efek kronotropik). Dibandingkan dengan dopamin, pada dosis yang memberi efek inotropik yang sama, dobutamin kurang meningkatkan laju jantung.




Indikasi dan Dosis
1.    Syok kardiogenik: indikasi utama pemberian dobutamin adalah syok kardiogenik akibat infark miokard atau pada gagal jantung kronis. Dosis mulai 2,5 ยตg/KgBb/mnt kemudian dititrasi sampai terjadi perbaikan TD. Setelah hemodinamik stabil secepat mungkin obat ini ditappering off karena pemberian dobutamin berhari-hari dapat menyebabkan miokard exhausted sehingga sulit menghentikan obat.
2.    Bradikardia yang tidak respon dengan pemberian atropin (IV), atau pasien bradikardia yang membutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh bantuan obat-obat lain atau intervensi (pemasangan pacemaker temporer). Drip dobutamin dosis rendah efektif untuk meningkatkan laju jantung.

Kemasan 1 ampul = 5ml = 250mg = 250.000mcg
Oplosan : Nacl 0,9% atau Dext 5%
Cara perhitungan dosis:
Rumus =
Dosis x KgBB x 60 mnt
= .... ml/jam  = ....tpm mikrodrip
Pengenceran (mcg/ml)
Keterangan tpm = tetes per menit.       1 cc = 60 tpm mikrodrip infus 

contoh: dosis 5mcg/KgBB/mnt, dengan berat badan 50 Kg dan pengenceran 250 mg (1 ampul) diencerkan dengan NaCl 0,9%  menjadi 50 ml.

Maka
5 mcg x 50 Kg x 60 mnt     
=
  15.000   
=  3 ml/jam = 3 tpm mikrodrip
250.000 mcg / 50 ml
   5000
Tabel dosis dobutamin per KgBB dengan pengenceran 250 mg (1 ampul) dengan NaCl 0,9%  menjadi 50 ml

Dosis
(mcg/KgBB/mnt)
Kecepatan aliran
ml/jam
2,5
1,2
1,4
1,5
1,7
1,8
2
2,1
2,3
5
2,4
2,7
3
3,3
3,6
4
4,2
4,5
7,5
3,6
4,1
4,5
5
5,4
5,9
6,3
6,8
10
4,8
5,4
6
6,6
7,2
7,8
8,4
9
12,5
6
6,8
7,5
8,3
9
9,8
10,5
11,3
15
7,2
8,1
9
9,9
10,8
11,7
12,6
13,5
17,5
8,4
9,5
10,5
11,6
12,6
13,7
14,7
15,8
20
9,6
10,8
12
13,2
14,4
15,6
16,8
18
Berat Badan (Kg)
40
45
50
55
60
65
70
75

Referensi:
Kabo, Peter. 2010. Bagaimana Menggunakan Obat-Obat Kardiovaskular Rasional. Jakarta. Balai Penerbit FKUI

http://jantungoke.blogspot.com/2013/05/dobutamin.html

Kamis, 05 Desember 2013

On 22.46 by Unknown in    No comments
 


Segmen ST dan Gelombang T pada Iskemia Miokard
Iskemia miokard akan memperlambat proses repolarisasi, sehingga pada EKG dijumpai perubahan segmen ST (depresi) dan gelombang T (inversi) tergantung beratnya iskemia serta waktu pengambilan EKG. Spesifitas perubahan segmen ST pada iskemia tergantung morfologinya. 

 

EKG pada Injure Miokard
Sel miokard yang mengalami injuri tidak akan berdepolarisasi sempurna, secara elektrik lebih bermuatan positif dibanding daerah yang tidak mengalami injuri dan pada EKG terdapat gambaran elevasi segmen ST pada sandapan yang berhadapan dengan lokasi injuri. Elevasi segmen ST bermakna jika elevasi > 1mm pada sandapan ekstremitas dan > 2mm pada sandapan prekordial di dua atau lebih sandapan yang menghadap daerah anatomi jantung yang sama. Perubahan segmen ST, gelombang T dan kompleks QRS pada injuri dan infark mempunyai karakteristik tertentu sesuai waktu dan kejadian selama infark. Aneurisma ventrikel harus dipikirkan jika elevasi segmen ST menetap beberapa bulan setelah infark miokard

 

EKG pada Infark Miokard
Infark miokard terjadi jika aliran arah ke otot jantung terhenti atau tiba-tiba menurun sehingga sel otot jantung mati. Sel infark yang tidak berfungsi tersebut tidak mempunyai respon stimulus listrik sehingga arah arus yang menuju daerah infark akan meninggalkan daerah yang nekrosis tersebut dan pada EKG memberikan gambaran defleksi negatif berupa gelombang Q patologis dengan syarat durasi gelombang Q lebih dari 0,04 detik dan dalamnya harus minimal sepertiga tinggi gelombang R pada kompleks QRS yang sama.

 

Lokalisasi Infark Berdasarkan Lokasi Letak Perubahan EKG

 

sumber : Muhammad Ikhwanul Hakim dariTulungagung Jawa timur